INFO:
Tampilkan postingan dengan label linguistik umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label linguistik umum. Tampilkan semua postingan

MATA KULIAH LINGUISTIK INDONESIA 1 ANALISIS MORFOLOGIS PEMAKAIAN AFIKS DALAM BAHASA INDONESIA

Rabu, 19 Desember 2012 | 0 komentar


1. Pengantar
Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih mahasiswa melakukan studi lapangan (field study) guna menerapkan teori-teori yang telah dikenal melalui kegiatan perkuliahan dan diskusi (tanya jawab di kelas). Juga kegiatan dimaksudkan untuk melatih mahasiswa melakukan kegiatan analisis kebahasaan yang berkaitan dengan bidang morfologi yang kemudian dituangkan dalam bentuk laporan studi lapangan berupa makalah. Objek studi lapangan ditentukan tidak hanya aspek morfologis bahasa Indonesia, tetapi juga aspek morfologis bahasa-bahasa daerah yang dikuasai oleh mahasiswa. Melalui kegiatan secara terprogram dan terarah, mahasiswa melakukan survei lapangan – dalam bentuk studi kepustakaan atau studi lapangan – untuk mengumpulkan data-data kebahasaan sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
Kegiatan pengumpulan data dilakukan sesuai dengan bidang tugas timnya masing-masing. Setelah data terkumpul dan dipandang mencukupi serta representatif, kegiatan berikutnya segera dilakukan klasifikasi data yang telah diperoleh sesuai degan tujuan analisis. Selanjutnya, berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan telah diklasifiksikan, mahasiswa melakukan analisis untuk menyajikan (menulis) sebuah makalah. Di luar kegiatan penyajian (penulisan), mahasiswa dituntut untuk melakukan kontak diskusi sehubungan dengan topik yang sedang dianalisis. Semua tahapan kegiatan harus dilakukan sesui dengan jadwal yang terleh ditetapkan.

2. Topik Penelitian
Topik penelitian untuk penyusunan makalah berupa aspek morfologi bahasa Indonesia. Tiap topik dikerjakan secara mandiri (oleh tiap mahasiswa). Langkah kegiatan penyelesaian tugas rumah meliputi: survei (dalam rangka pengumpulan data), pengklasifikasian data, dan kegiatan analisis data (penulisan makalah).

3. Kerja Penyusunan Makalah
Lakukan analisis secara deskriptif afiks-afiks dalam bahasa Inodnesia dalam konteks pemakaian bahasa.(sesuai dengan topik masing-masing). Deskripsi (analsis) itu dilakukan untuk mengetahui perilaku afiks-afiks atas fungsi atau peran serta makna gramatik yang ditimbulkannya.

3. Langkah kerja yang harus dilakukan adalah:
(1) Pengumpulan data
Melakukan survei lapangan atau studi pustaka untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Data dapat diambil dari buku teks apa saja (buku pelajaran SD hingga universitas, novel, surat kabar, dan majalah). Khusus dari majalah dan surat kabar, jika data diambil dari ragam bahasa jurnalisistik, susun ulang kalimat tersebut agar menjadi kalimat baku (bukan ragam jurnalisitik). Data disajikan dalam bentuk kalimat tunggal atau kalimat majemuk. Jika sangat diperlukan, dapa dapat disajikan dalam bentuk alinea (sejauh hal itu dibutuhkan untuk keperluan analisis). Data juga dapat dibuat sendiri oleh penulis sebagai penutur asli dan diujikan pada penutur asli yang lain untuk menguji tingkat kegramatikannya (keberterimaannya) dan untuk menguji apakah struktur kalimat tersebut sudah benar.
Kumpulkan data pemakaian afiks dalam bentuk kalimat (tunggal atau majemuk) sejumlah yang dapat dijangkau dengan mempertimbangkan bentuk dasar yang memungkinkan dilekati oleh afiks tersbut, misalnya afiks meN- pada bentuk dasar berupa nomina (membatu, membudaya, mendarat), afiks meN- pada bentuk dasar pokok kata (menulis, mengambil, membaca), afiks meN- pada bentuk dasar verba (memindah, menurun, mengenal), dan afiks meN- pada bentuk dasar kata sifat (meluas, menyempit, melebar, jmenjauh). .
Contoh data yang digunakan dalam anilisis.
[1] Adonan semen itu membatu setelah dibiarkan selama empat jam.
[2] Tampaknya, hati orang itu telah membatu sehingga semua nasehat dan saran dari keluarga dan teman-teman dekatnya sudah tidak dihiraukan lagi.
[3] Pesawat itu mendarat di bandara pada pukul 07.15.
[4] Pemakaian telepon genggam sudah membudaya di kalangan masyarak sejak lima tahun lalu.
[5] Sejak istrinya meniggal dunia akibat penyakit yang dideritanya, Bayu Samudra menduda hingga kini.

(2) Klasifikasi data
Lakukan klasifikasi data sesuai dengan keperluan analisis yang akan dilakukan.

(3) Analisis data
Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan.(makalah).
Misalnya bahwa afiks meN- pada bentuk dasar nomina batu menjadi membatu mengandung makna ‘proses mengeras seperti batu’ dalam konteks tuturan (kalimat):
[1] Adonan semen itu membatu setelah dibiarkan selama empat jam.
[2] Tampaknya, hati orang itu telah membatu sehingga semua nasehat dan saran dari keluarga dan teman-teman dekatnya sudah tidak dihiraukan lagi.
. [3] ....

Hal-hal yang harus dilakukan:
misalnya, topik analisis Anda adalah afiks meN-
(a) Deskripsikan bahwa dalam bahasa Indonesia, misalnya, afiks meN- dapat melekat pada bentuk dasar nomina, verba dasar, adjektiva, numeralia, atau pronomina).
(b) Deskirpsikan fungsi yang diperankan oleh afiks meN- berkenaan dengan aspek derivasional atau inflesional.
(c) Deskripsikan makna (yaitu makna gramatikal) yang ditimbulkannya atas melekatnya afiks meN pada bentuk dasar itu.

4. Kalimat data yang Anda gunakan sebagai bahan analisis, baik yang digunakan sebagai pembuktian atau sebagai contoh deskripsi maupun tidak, disertakan dalam bentuk lampiran makalah setelah daftar pustaka. Halaman lampiran ditulis berlanjut setelah halaman daftar pustaka.

5. Kumpulkan tugas rumah Anda paling lambat pada pertemuan terakhir perkuliahan
( …. - .... - 2011).

6. Selamat berkarya. Semoga sukses meraih masa depan yang gemilang

7. Pembagian Tema:.
(1) afiks ber-
(2) afiks meN-
(3) afiks memper- dan –an
(4) afiks ter-
(5) afiks meN-/-kan
(6) afiks meN-/-i
(7) afiks memper-/-kan dan afiks memper-/-i
(8) afiks ber-/-an
(9) afiks peN-/-an dan afiks per-/-an
(10) afiks ke-/-an
(11) kata ulang
(12) ...
8. ...
Continue Reading

Ringkasan Materi Linguistik Umum Semester Satu

Kamis, 25 Oktober 2012 | 0 komentar


Kata linguistik berasal dari bahasa latin “lingua” yang berarti bahasa. Dalam bahasa Inggris “linguistics” sedangkan dalam bahasa jerman “lingustique”. Jadi linguistik adalah ilmu tentang bahasa.
Perbedaan linguistik umum dengan spesipik yaitu:
a. linguistik Mikro yaitu sifat telaahnya sempit/internal, karena khusus mengkaji bahasa tersebut tanpa mengkaitkannya dengan bahasa lain/hanya mengkaji bahasa itu sendiri
b. linguistik Makro yaitu sifat telaahnya luas/eksternal, karena mengkaji bahasa dibubuhkannya dengan disiplin ilmu yang lain.
Ciri-ciri keilmuan linguistik terdiri dari:
1. Eksplisit yaitu jelas,tidak bermakna ganda, serta menyeluruh/ajeg dan yang pasti konsisten atau tetap. Contoh: me + siram = menyiram
2. Sistematik yaitu memiliki aturan atau pola.
3. Objektif yaitu apa adanya, sesuai dengan kenyataan.
Objek linguistik yaitu:
1. Lisan (objek primer) yang artinya ujaran, ucapan, karena bahasa lisan objektif /apa adanya.
2. Tulisan (objek sekunder) karena bersifat subjektif, maksudnya yang terlihat dan terbaca contoh buku.
Hakikat bahasa yaitu:
a. bahasa berwujud deretan bunyi yang bersistem
b. bahasa sebagai alat (instrumentalis), atau mengganti
c. bahasa bersipat individual
d. bahasa bersipat kooperatif.
Ahli linguistik Perancis “Ferdinand de sawssure” dalam Bukunya “Cours de linguistique general” mengungkapkan 3 istilah linguistic yang terkenal yaitu:
1. Langage yang artinya bahasa pada umumnya (abstrak, bahasa milik manusia).
2. Langue yamg artinya bahasa tertentu yaitu bahasa nasional /sistem tersendiri.
3. Parole yang artinya ujaran, ucapan, yaitu konkret (menurut logatnya, (individu) ).
-Tautan paradigmatik artinya hubungan yang terdapat didalam bahasa namun tidak tampak dalam satuan kalimat.
-Tautan sintagmatik artinya hubungan yang terdapat antara satuan bahasa didalam kalimat yang konkret tertentu.
Tahap-tahap proses berkomunikasi yaitu secara:
1. Verbal yaitu komunikasi yang menjadikan bahasa sebagai sarananya.
2. Non verbal yaitu komunikasi yang menggunakan non bahasa. Sebagai contoh; lonceng, bedug, warna, bendera.
Jenis-jenis linguistik yaitu:
a. Jenis linguistik berdasarkan pembidangnya yaitu:
1. Jenis linguistik umum (general linguitics) artinya ilmu yang mempelajari bahasa secara keseluruhan. Maksudnya adalah suatu jenis linguistik yang mengkaji cirri-ciri bahasa secara umum. Contoh; morfologi, fonologi, semantic, sintaksis.
2. Linguistik terapan (Applaid linguistics) yaitu satu jenis linguistic yang berusaha menerapkan hasil penelitian dalam bidang linguistic untuk keperluan praktis, yang dimaksudkan untuk kepentingan proses bahasa sehari-hari. (untuk memecahkan persoalan berbahasa).
3. Linguistik Teoretis yang artinya sebuah jenis linguistic yang meneliti/mengkaji bahasa itu sendiri saja

4. Sejarah linguistik yang artinya uraian kronologis tentang perkembangan bahasa dari masa ke masa.
b. Linguistik berdasarkan sifat telaahnya yaitu:
1. Linguistik mikro artinya linguistik yang sifat telaahnya sempit/internal.
2. Linguistik makro artinya linguistik yang sifat telaahnya uas/eksternal.(mengkaji bahasa dibubuhkannya dengan disiplin ilmu yang lain.
c. Linguistik berdasarkan pendekatan objek yaitu:
1. Linguistik Deskriptif artinya linguistik yang menggambarkan bahasa apa adanya pada saat penelitian dilangsungkan. Dan mempunyai cirri khusus ; menggambarkan apa adanya , menjelaskan apa adanya.
2. Linguistik Historis Komparatif artinya jenis linguistik yang membandingkan dua bahasa/lebih pada waktu yang berbeda.
3. Linguistik Kontranstif artinya jenis linguistik yang membatasi diri pada perbandingan dua bahasa/lebih tapi pada waktu tertentu/satu zaman/satu periode.
4. Linguistik Sinkronis artinya Jenis linguistik yang mempelajari satu bahasa pada satu waktu/satu periode.
5. Linguistik Diakronis artinya jenis linguistik yang mempelajari satu bahasa dari/pada masa ke masa.
Tataran Linguistik terdiri dari 4 tahapan yaitu:
1. Fonologi adalah ilmu yang menyelidiki cirri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Contoh; -fonem (satuan terkecil dari bunyi bahasa) ; /L/,/r/,/b/,/t/
2. Morfologi adalah ilmu yang mempelajari /menyelidiki bentuk-bentuk kata, perubahan kata, pembentukan kata dan perubahan makna kata akibat terjadinya proses perubahan bentuk kata.
Objek kajian dari morfologi adalah; morfem, stem, kata.
Contoh morfem; baca (di + baca = dibaca)
Kuda (ber + kuda = berkuda)
3. Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari tata kalimat (ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.
-frase ialah dua buah kata /satuan gramatik yang terdiri atas dua buah kata atau lebih yang tidak melampui satu batas unsur fungsional klausa/kalimat. Contoh; buku itu dibaca, frasenya adalah buku itu.
(S) (P)
-klausa ialah satuan gramatik yang terdiri atas subjek, predikat,dan boleh disertai dengan objek pelengkap dan keterangan.
Contoh; Saya membaca buku diperpustakaan
(S) (P) (O) (K)
-kalimat ialah satuan gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai naik turunnya nada akhir.
Contoh; Sekarang kita harus melompat
Melompat?
-wacana ialah satuan gramatik yang bergantung pada cirri konteks atau situasinya.
Contoh; 1. Matahari Jakarta serasa di ubun-ubun
2. Ratusan pemuda bergoyang dalam irama jazz
Artinya; membangun koherensi dengan syarat pembaca harus membayangkan mengenai maksud dari kalimat tersebut (ada konser musik jazz saat cuaca panas dan para penontonnya bergoyang.)
3. Semantik ialah cabang sistematik bahasa yang mempelajari makna atau arti.
Contoh; 1. Saya membeli jagung (arti jagung disini yaitu makanan)
Umurnya hanya seumur jagung (artinya umurnya pendek).
Unsur-unsur bahasa terdiri dari:
1. bentuk (form)
2. makna (meaning)
maksunya: lambang ____ makna ____ acuan
form ____ meaning ___ referent
Kuda, sebagaimana kita ketahui bahwa Kuda dapat kita maknai sebagai:
-sejenis binatang
-berkaki empat
-berkuku ganjil
-menyusui
-pemakan rumput, dsb.
Sifat-sifat bahasa terdiri dari:
a. bahasa merupakan seperangkat bunyi , bunyi itu bersistem dan dikeluarkan oleh alat bicara manusia.
b. bahasa itu arbiter artinya; hubungan antara bunyi dan wujudnya yang berwujud benda, atau konsep bersifat manasuka.
c. bahasa adalah seperangkat alat lambang, karena bunyi yang dihasilkan oleh alat bicara manusia itu berwujud lambang.
d. bahasa bersifat sempurna maksudnya; bahwa bahasa membawakan amanahnya sebagai wahana komunikasi.
e. bahasa itu produktif artinya; meskipun unsur bahasa itu terbatas tetapi dengan unsur yang jumlahnya terbatas itu terdapat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidakm terbatas meski secara relative sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
f. bahasa itu unik artinya; mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh orang lain.
g. bahasa itu universal artinya; bersifat menyeluruh, yakni setiap bahasa yang dimiliki di dunia ini mempunyai sifat/ciri dari masing-masing.
h. bahasa itu manusia artinya; dapat dipakai untuk menyatakan sesuatu yang baru berbeda dengan alat komunikasi binatang.



Teori dan aliran-aliran dalam linguistik
a. Teori Tradisional; yang mendasarkan pada analisis makna. Yaitu:
1. Aliran Struktural (aliran taksonomi) ; aliran ini melihat bahasa dari segi strukturnya.
2. Aliran Skopenhagen; aliran ini memperkenalkan istilah glissematics dalam linguistik.
3. Aliran Praha; aliran ini membahas mengenai hubungan antara fonem dan cirri-ciri pembeda (distinctive features).
b. Teori Tagmemik; ada dua hal diantaranya:
1. perbedaan antara epic dan emic
2. hirearki tagmemik
c. Teori Stratifikasi; teori ini menganggap bahwa bahasa merupakan sistem yang berhubungan
d. Teori Konteks; inti dari teori konteks yaitu:
- makna tidak terdapat pada unsur-unsur lepas yang berwujud kata, tetapi terpadu pada ujaran secara keseluruhan.
- makna tidak boleh ditafsirkan secara dualis(kata dan acuan)/secara trialis(kata,acuan,tafsiran), tetapi makna merupakan satu fungsi /tugas yang terpadu dalam tutur yang dipengaruhi oleh situasi.; yaitu:
Aliran Transformasi (The mit school); menurut teori ini setiap manusia menggunakan bahasa yang tercermin dalam kalimat-kalimat.
f. Teori Semantik Generatif (Abstract Syntax); yakni berpendapat bahwa struktur semantik dan struktur sintaksis bersifat homogen.untuk menggabungkannya cukup digambarkan oleh satu jenis kaidah, yakni transformasi.
g. Teori Kasus; ialah hubungan antara verba dan nomina dalam struktur semantik, yakni verba identik dengan predikat, dan nomina identik dengan argument dalam semantik generatif, hanya argument diberi label kasus.
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SELAMAT DATANG DI KUNYUK BERSAUDARA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger